Toro Elmar: Menyenangkan Orang dengan Kartu Pos!


Kreatif, positif, dan alternatif itu adalah tiga kata yang paling tepat untuk menggambarkan pemuda gempal bernama Toro Elmar ini. Ia banyak menciptakan karya-karya – kebanyak karya ilustrasi -  yang khas! Dari mulai komik, poster, hingga zine. Semangat positif dan berpikir alternatif kerap disisipkan ditiap karyanya, termasuk kicauan-kicauannya di Twitter land.

            Selidik punya selidik, pria 23 tahun ini sudah doyan dengan benda dan aktivitas pos sejak kecil hingga kini. Kepada Cardtopost, Toro bercerita banyak tentang pengalaman kiriman-kiriman kartu posnya. Dari mulai cerita bagaimana proses pembuatan kartu pos ala Toro, kartu pos yang tidak pernah di balas, kebiasaannya mengirimkan kartu pos kepada orang-orang yang tidak dikenal  hingga ide gilanya soal prangko di Indonesia.

            Sambil minum teh hangat dan mendengarkan lagu santai, mari kita simak obrolan panjang kami..



 Hola Toro, Sebenarnya dirimu mulai aktif berkartu-pos itu kapan?
Sejak SD sudah suka kirim-kiriman kartu pos, tapi hanya ke saudara yang ada di luar negeri, kiririmnya pun melalui bapak dulu. haha. Terus sampai SMA gue sering koleksi prangko. Kadang gue rampok dari surat-surat kantor bapak-ibu, tetangga, sampai teman sekolah, gue koleksi dari situ.

Setelah SMA udah mulai lupa kegiatan kirim mengirim kartu pos dan mengoleksi prangko. Hingga akhirnya sekitar 2009-an  diajak projek kartu pos sama anak Surabaya. Dari situ gue mulai tertarik lagi kirim-kiriman kartu pos. Apalagi anak-anak Solo, Jogja dan Surabaya beberapa kali bikin projek kartu pos dan juga pameran. Jadi makin seneng deh. hehe

Saat itu, apa yang mendorong kamu untuk saling berkirim kartu pos?

Pertama, gue melihat media kartu pos ini sudah sangat jarang dipakai semenjak adanya social media. Semua orang bisa berbicara berkomunikasi kapan pun. Dan itu nggak membuat kita menjadi orang yang sabar, dan menghargai sebuah arti komunikasi. Maksud gue, ada banyak efek negatifnya dari kecanggihan teknologi komunikasi sekarang. Contoh, BBM pending dikit, stress-nya udah kayak mau kiamat. Nah bagi gue kirim kartu pos ini menuntut gue untuk menjadi orang sabar, menghargai waktu, jarak, dan komunikasi.

Kalau boleh tau, kepada siapa kah kamu berkirim kartu pos? cara kamu kenal dan tahu alamat mereka dari mana?
Nah! ini dia. Dari tahun kemarin gue selalu berkirim kartu pos tanpa balasan (forever alone postcard sender) Gue suka hal random, dan suka nambah teman baru, dan suka membuat orang senang Jadi via akun Twitter gue, @toroelmar, gue suka nge-tweet "Yak siapa yang mau gue kirimin kartu pos!!??". Lalu muncul orang yang minta dikirimin kartu pos. Dari situ mereka kasih tau alamat mereka. dan dikirimin deh.

Ini dia salah satu yang membuat gue agak menyesal dari kirim kartu pos. orang yang gue kirimin kartu pos, banyak yang nggak pernah membalas. Entah kenapa. Apa mereka pikir itu sebagai hadiah ya? padahal di isi surat, gue selalu menanyakan sebuah pertanyaan, yang gue harap untuk dibalas. Apa untuk pergi kekantor pos itu membuat malas? entahlah.

Apa yang kamu rasakan saat pertama kali memulai (lagi) kirim-kiriman? Sensasi seperti apa yang kamu rasakan?!

Ada bermacam sensasi ketika menulis isi kartu pos, menempel perangko, dan menaruh kartu pos di kantor pos. lalu mendapat kabar dari akun social media yang menerima kartu posnya. . Setelah mereka bilang "tor, udah sampe suratnya!". my hope was, "Alright! tinggal gue nunggu balesannya!". Tapi hanya 3 dari 10 orang yang membalas surat gue :(

Semoga dengan adanya Cardtopost akan banyak yang sadar, kalo surat tak berbalas itu sakitnya mengganggu jiwa dan raga, jasmani dan rohani.

 Terus, proses kamu bikin kartu pos itu gimana sih? biasanya bikin kartu pos kayak gimana?
Tiap kartu pos yang gue kirim adalah orisinil buatan gue dan hanya ada satu di dunia. Misalnya bagian depan menggunakan ilustrasi gue (gambar orisinil), lalu layout bagian isi pun tanpa teknologi cetak printing. Gue emang sengaja menghindari printing. karena menurut gue, gue lebih merasa puas, ketika kartu pos full asli buatan gue tanpa proses cetak sebelumnya. Ada semacam pesan personal kepada penerima, dan juga pengingat, agar lebih ingat dan ingat lagi, tentang bagaimana kartu tersebut dibuat dan dikirim dan dari siapa

Kartu pos-nya biasanya gue memakai kertas yang tebal sekitar 210gr - 230gr, jenis kertasnya macam B/C paper, atau concorde yang biasa buat sampul belakang makalah. Lalu gue gambar pake drawing pen, pensil atau cat air. Untuk ukuran gue biasa pake default size kartu pos sih,

Apakah kamu menyesuaikan bentuk/isi/gambar kartu posnya dengan karakter si penerima?

Tentu! tapi kalau yang random biasanya gue mengisi pesan semacam "Halo apa kabar", "have a good day", dan hal2 yang begitulah. Kalo gambar, biasanya gue random juga, apa yang terlintas di kepala yang langsung sikaaat!
Udah koleksi kartu pos (hasil kirim-kiriman) berapa banyak, Tor? ceritain dong, kartu pos mana yang paling berkesan? yihiii

Ada sekitar 20. Yang dulu-dulu  udah hilang entah kemana. Yang paling berkesan itu kartu posnya dari Karin, bahan kertasnya baguus, terus juga desainnya gue suka banget (karena gue emang udah ngefans sama karya-karyanya Karin), plus isi tulisan suratnya yang bikin cemunguuudh.

dan sama Karin ini termasuk yang sempet bales-balesan, tapi sayang surat gue nggak sampai karena salah nulis alamat. D'oh!

Sebut orang yang paling kamu ingin kirimi kartu pos, tapi kamu nggak tau harus kirim kemana!


Hmm, namanya Tinta, dari C20 Library dari Surabaya. Berkat dia, gue tertarik untuk kirim-kiriman kartu pos. Gue belum sempet punya alamatnya, mungkin Cardtopost bisa bantu. J

Pernah kirim kartu pos ke gebetan terus nggak ada kabarnya nggak? *curcol interviewer. haha.


dulu mantan.. (yah kenapa sih harus ada pertanyaan kaya gini), kirim kartu selamat ulang tahun kerumah sewaktu masih berkekasih. halah.. tapi ya ada kabarnyaa. hhaa

Tor, kamu kan desainer dan ilustrator nih. Nah, ngeliat prangko-prangko yang beredar sekarang, komentarmu apa? ngerasa gatel pengen ngedesainin nggak?
Nah ini dia. Prangko-prangko yang gue liat sekarang, kayaknya nggak ada yang bedanya sama yang dari gue SMP. Pengen banget ada prangko yang illustrator atau artis series. yang limited edition. Atau tiap orang boleh bikin prangko sendiri, terus kalo mau kirim ya bayar sesuai paketnya.

Wah, ide menarik tuh, Tor. Harus bisa direalisasikan. Lalu, ceritakan dong, siapakah dirimu, apa keseharianmu? 
Saya lulusan Institut Kesenian di Jakarta, saya menyukai menggambar, saya mencintai design dan seni, saya mengagumi musik, dan saya mendambakan seorang wanita.

Keseharian gue sekarang ini adalah menjadi seorang happy slave di sebuah advertising agency di Jakarta. Lalu mengerjakan pekerjaan lepas atau berkarya di malam harinya guna menghilangi rasa kesepian ini. #eaaa #curcol.

Saya juga mempunyai brand creative product yang bernama, al TEREGO. Tahun 2011, saya bersama beberapa teman yang satu visi membuat do-it-yourself Gigs bernama We Hum Collective. Saya juga ngeband, lho untuk senang-senang, nama band saya About The Drunker.


Terakhir, pendapatmu tentang Cardtopost? :D
Serius gue kaget banget, waktu itu Kiram  (Rizki Ramadan, RED) nanya di Twitter via DM, mengenai kartu pos. dan setelah 2 minggu setelah itu, jeng-jeng, tiba-tiba muncul Cardtopost! serius, dari namanya aja jenius banget. dan konsepnya asik!, dan yang paling gue kagumin, dalam waktu secepat itu bisa menggaet banyak anggota yang aktif terus.

Oia, gue penasaran deh, kotak--kotak pos yang ada di pinggir jalan itu masih berfungsi apa ga sih? gue pengen masukin kesitu, takutnya ngak pernah diperiksa, eh bar diperiksa pas 100 tahun kemudian. hahaa


 
wawancara oleh: Rizki Ramadan
 

POSTED BY cardtopost
POSTED IN ,
DISCUSSION 2 Comments

2 Responses to : Toro Elmar: Menyenangkan Orang dengan Kartu Pos!

  1. dimpil says:

    inilah kesaksian dari para pelaku surat-menyurat.

  2. setuju dengan toro...yuk ! sukseskan berkartupos ria...

Leave a Reply

Powered by Blogger.