Alter Daya Ulya: 300 Kartu Pos dalam Satu Setengah Tahun.


Alter Daya Ulya atau akrab disapa Alle adalah salah satu penggagas komunitas PostcrossingID wadah para pecinta kirim-kiriman kartu pos yang ada di Indonesia. Awal ketertarikannya dengan benda-benda pos terbilang baru, yaitu satu setengah tahun lalu. Namun hingga kini ia sudah mengoleksi kurang lebih 300 kartu pos. Dari mulai Malaysia, Australia, Filipina, Belanda sampai New York pernah mengalamatkan kartu posnya ke Alle.
Mari kita simak cerita seru dari kakak pekerja IT berusia 26 tahun ini.. :)
Halo Mas Alle, sudah sejak kapan mulai kirim-kiriman kartu pos? apa yang membuatmu tertarik?

Saya kangen dengan kiriman benda-benda pos seperti surat, perangko yang dikasi stempel pos dan juga kartu pos. Kira-kira 1,5 tahun yang lalu mulai sign up ke postcrossing.com setelah diperkenalkan teman via Twitter dan mulai lah hobi kirim-kiramn kartu pos

Kartu pos pertama mu dikirim ke mana? trus gimana sih rasanya dapet kiriman kartu pos?

Ke Belanda. Dan dapet kartu pos pertama kali dari Malaysia yang bergambar duren dan keliatan fotonya jadul banget.  Rasanya gondok aja gitu karena tulisan di kartu posnya bilang kalau duren adalah buah khas Malaysia. Errr.. saya orang Sumatera, dan langsung nggak setuju dengan tulisan itu :p
Tapi berikutnya ada yang kartu pos dari Australia dan FIlipina, semuanya bagus-bagus. Akhirnya bisa senang.

Pernah ngirim kartu pos paling jauh ke mana?
Kalau dari statistik Postcrossing, paling jauh ke New York
Pengalaman seru apa yang pernah didapat dari kirim-kiriman kartu pos? Punya temen yang kenal dan dekat gara-gara kartu pos nggak? hehe
Pastinya kirim-kiriman kartu pos itu nyenengin banget, makin bisa kreatif, dan nambah wawasan. Kartu pos yang saya terima kebanyakan bergambar tempat-tempat bersejarah dunia dari asal pengirim.  Dari gambar itu jadi saya bisa belajar kebudayaan luar dan suka baca-baca wikipedia :D Pertemanan dari kirim-kirim kartu pos terutama via postcrossing banyak banget karena mungkin satu minat ya

Sejauh ini, udah koleksi berapa kartu pos? kartu posnya di taro di tempat khusus nggak? (misal, dipajang atau di album foto) terus, kartu pos favorit mu yang mana? tunjukkin dong. :)
Belum banyak, baru sekitar 300 lembar. Belum ada perlakuan khusus untuk penyimpanannya. Saya cuma taruh di kotak plastik aja. Asal gak kelipet-lipet dan bebas dari lembab aja.

Siapa orang yang paling ingin kamu kirimi kartu pos, tapi (mungkin) nggak tau alamatnya?  lalu, siapa orang yang paling kamu tunggu-tunggu untuk mengirimi kartu pos ke dirimu? hehehe
Waduh siapa yah. Teman-teman atau kerabat saya udah tau kalau saya suka kirim-kirim kartu pos. Beberapa sudah saya kirimkan saat perayaan lebaran, natal dan tahun baru.

Salah satu serunya kirim-kiriman kartu pos itu kan faktor keterkejutannya. Nah, punya pengalaman seru nggak saat menunggu kiriman kartu pos? hehe.
Bukan saat menunggu kirimannya, tapi pas mendapatkannya. Surprise pernah dapet kiriman kartu pos dari Rusia yang dibungkus dalam amplop besar. Isinya selain kartu pos dengan gambar pesawat (kebetulan saya maniak gambar pesawat), juga terselip banyak pernak-pernik khas Rusia, seperti permen, tiket bioskop, tag baju dll. Semua yang berkaitan dengan Rusia :D

Hal-hal apa lagi yang membuat kirim-kiriman kartu pos itu seru?
Berburu gambar yang disuka. Kalau suka komik Tintin misalnya, mesti nyari-nyari temen yang punya kartu pos itu ke seluruh dunia :D. Yang seru lainnya: balap-balapan sampai alamat tujuan.

Beri pesan dong untuk temen-temen CardtoPost
Semoga project ini sukses dan terus berjalan. Jangan malu yah kalau dibilang jadul buat kirim benda-benda pos. Dan asah kretifitasmu buat bikin kartu pos yang menarik dan sesuai untuk penerimanya. :)

POSTED BY cardtopost
DISCUSSION 0 Comments

Putri Fitria: Kirim Kartu Pos Lebih Romantis

Perkenalkan, Putri Fitria, salah satu orang yang ngomporin program CardtoPost ini. Kini, ia bekerja sebagai peneliti dan penulis lepas.  Belum lama ini, Putri berkesempatan untuk tinggal ke Eropa selama sebulan. Selama di Eropa sana, Putri rajin mengirimi kartu pos untuk sahabat-sahabat serta ibunya di Indonesia. Baginya, memajang kartu pos di kamar adalah pengingat ketika galau  kalau dia selalu punya teman. Wuih.
Mari kita simak cerita seru dari Putri tentang kartu pos. 


Hola Putri, selidik punya selidik kamu pernah kirim-kiriman kartu pos ya waktu kamu tinggal di luar negeri? Ada alasan tersendiri nggak kenapa kirim kartu pos? kan bisa kirim email atau bahkan telpon..
Hai hai!.. =) Iya, simple sih alasannya, biar romantis.. *kedipkedip*. Untuk ngasi tau ke orang yang kita kirimin kartu pos, bahwa kita mikirin dia walaupun kepisah jarak yang jauuuhh banget. Kenapa nggak email atau telpon? karena itu mainstream! hehehe Nggak juga sih, Cuma karena terlalu mudah dilakukan dan nggak ada bentuknya, nggak ada yang spesial dari bertukar surat elektronik. Padahal ngirim kartu pos juga nggak susah-susah amat, karrna kartu pos sangat mudah di dapat (setidaknya di Eropa), gambarnya juga bermacam-macam. Kita bisa nunjukin perasaan kita lewat gambar di kartu pos, atau sekedar ingin memperlihatkan gambaran kota yang kita datangi. Emang sih kalo sekedar foto bisa diunggah di internet trus ditandai. Tapi tapi tapi.. jadinya kan nggak spesial.. nggak cuma buat ‘dia’ yang spesial. ehehehe

Omong-omong waktu itu kamu ke Eropa yah? berapa lama disananya. trus apa yang kamu lakukan di sana?
Cuma satu bulan, waktu itu penelitian di Jerman, tepatnya di kota Freiburg im Breisgau. Tapi sempat berkunjung ke Prancis, Swiss, dan Netherland. Nah, dari masing-masing kota yang aku kunjungi di sana lah aku ngirim kartupos-kartuposnya.

Butuh waktu berapa lama tuh untuk si kartu pos sampe ke Jakarta? kamu kirimnya pake prangko kan?
Nggak begitu lama deh kayaknya.. Paling lama satu mingguan. Sampai  dengan aman, perangko dan cap-cap kota yang dilewatinya diperjalanan itu nambah nilai istimewa si kartupos.

Lalu, respon si penerima kartu pos itu gimana? by the way, siapa sih orang yang beruntung nerima kartu pos dari kamu itu? haha. Si orang itu bales kirim lagi nggak?
Waktu itu aku ngirim kartupos yang reguler cuma buat dua orang, mamaku dan Ibnu Nadzir, sahabatku. Selebihnya ada Alamsyah Pradana, sahabat sejak SMP dan Venusia Indah, sahabat selama aku tinggal di Yogyakarta. Mereka berdua aku kirimi kartupos yang ada coklatnya dari Swiss. Semacam ini.  Sayang waktu itu gak aku foto =( .Oh ya, mereka nggak bales kirim.. takut nggak nyampe =p

Menurut mu, kenapa budaya kirim-kiriman kartu pos itu perlu dihidupkan lagi? 
Pertanyaannya, kenapa nggak? apa kamu nggak rindu sama bentuk-bentuk interaksi di dunia offline? kehadiran sebentuk interaksi yang bisa kamu rasakan tidak hanya dengan indera penglihatan, tapi juga bisa kamu rasakan lewat sentuhan dan penciuman (semprot parfum biar seru) =p. Belum lagi bisa dipajang di kamar.. Jadi semacam pengingat ketika galau, bahwa kamu punya banyak teman tanpa harus mengaktifkan gadget-mu.. =)

Sekarang kamu kan udah ikutan CARDTOPOST nih. nah, kira-kira siapa orang pertama yang akan kamu kirimi kartu pos? hehe
hmm.. 10 orang pertama yang gabung di gerakan ini! ayo ayo.. cepetan gabung.. (promosi)

Beri pesan-pesan dong untuk teman-teman pembaca. 
Sisihkan 10% budjet pulsa telepon atau modemmu untuk kartupos dan perangko. niscaya engkau akan menabung semakin banyak teman.. =)

POSTED BY cardtopost
POSTED IN ,
DISCUSSION 0 Comments
Powered by Blogger.